Skip to main content

The other side of Arashiyama


Tahun lalu ketika musim dingin, saya pergi naik kereta api ke Osaka. Di perjalanan disuguhi pemandangan yang luar biasa bagusnya. Lantas saya bertanya ke senpai saya apakah tempat itu bisa didatangi. Dia pun menjawab "itu namanya Arashiyama, lain kali harus kesitu biar sah jadi orang Kyoto" katanya. Kurang lebih satu bulan dari percakapan itu, saya akhirnya pergi ke Arashiyama dengan kereta api. Ternyata Arashiyama sangat dekat dengan apartment tempat saya tinggal. Stasiun kereta apinya pun sangat sangat impressive. Karena arashiyama ini termasuk salah satu tempat wisata paling populer di Kyoto, bahkan di Jepang.


Stasiun Randen Arashiyama source : google

Tapi sayangnya waktu itu cuaca sedang sangat tidak mengenakkan. Gerimis, disertai angin yang kencang sekali, ditambah waktu itu musim dingin yang emang cuacanya aja udah dingin, ngebuat tangan saya kaku mati rasa. Akhirnya baru tiba di jembatan penyebrangan nya aja saya nyerah dan memutuskan untuk pulang. Karena haripun udah mulai gelap.

Lalu di liburan musim semi, kebetulan ibu dan kakak saya datang ke Jepang. Saya kembali lagi ke Arashiyama di versi yang berbeda, penuh sakura dan cuaca lebih adem. Tapi kalau sekedar menceritakan trip musim semi di bambu - bambuan arashiyama pastilah sudah banyak yang nulis, bahasa kasarnya "pasaran". Bukan, bukan itu yang mau saya ceritain kali ini.

Untuk ketiga kalinya, saya ke Arashiyama lagi dan di musim yang berbeda lagi. Kali ini saya ke arashiyama pada saat libur musim panas sekolah. Kebetulan belakangan ini saya lagi seneng - senengnya berolahraga. Setiap minggu saya rutin lari berkilo - kilo di lapangan, dan juga rutin bersepeda kemana mana. Jadi melihat instagram story saya yang isinya kegiatan bersepeda, salah satu senpai saya membalas menawarkan pergi ke Arashiyama dengan sepeda. Setelah saya cek di google maps, ternyata jarak nya hanya kurang lebih 8km. Lantas saya pun meng-iyakan ajakan senpai saya.

Saya pergi ke Arashiyama dengan sepeda start dari jam 8 pagi, yang sesuai perkiraan, sangat sangat panas. Padahal masih pagi, tapi matahari Jepang di musim panas sangatlah menyiksa. Alhasil kulit saya yang sudah dirawat selama satu tahun pun berhasil menghitam :)


Bersepeda di bambu bambu khas Arashiyama

Sampai di arashiyama singgah sarapan pagi dulu di warung kakek kakek

Setelah sarapan lanjut lagi masuk mengarah ke tempat Monkey Park, hanya melewati karena bukan itu tujuan nya. Trek nya kecil aja, yang lewat pun hanya sedikit. Ada yang jalan kaki ada juga yang naik sepeda.


Pemandangan di sebelah trek persepedaan

Kalau dibilang lelah ya pasti. Secara ini trek naik turun, kadang ketika udah gasanggup sepedanya saya dorong. Jadi harus siap siaga banyak air putih dan minuman isotonik, karena kalau ngga bisa mampus. Gabohong beneran mampus.

Dan tibalah di surga kecil Arashiyama...
Tempat ini adalah tempat paling ujung dari trek yang dapat dicapai sepeda. Mungkin yang membuat saya menganggap ini seperti surga kecil nya arashiyama dikarenakan emang orang yang berada disini sangat sedikit. Berbeda jauh dari Arashiyama yang orang - orang tau. Sampai pernah terucap ketika pergi ke arashiyama di musim semi kemaren, bahwa saya kapok ke arashiyama karena ramainya manusia yang ada. 

Ini foto saya yang kegirangan setengah mati

Saking sepi nya berasa pulau privat



Dapet salam nih dari Arashiyama

Itulah sedikit foto - foto yang ada. Kalau gaada halangan doakan saya bisa kesini lagi di musim gugur untuk melihat momiji dan pohon pohon hijau yang berubah menjadi merah. Jadinya bisa menikmati arashiyama dalam 4 musim. Sekian. Rizkiich pamit undur diri, see you on the next story. Wassalam.

Follow me on my social media :

Comments

Popular posts from this blog

Hobi bikin video di Instagram.

What's up cuy? kali ini gue mau ngebahas tentang hobi gue bikin video di instagram. D isini gue mau bagi-bagi info dan tips untuk aplikasi editor video yang bagus.  Siapa tau kalian juga suka buat video kayak gue. Hal pertama yaitu, membuat video di instagram itu ga semudah yang ada di fikiran lo, karena durasinya dibatasin yaitu max 15 detik. Karena emang segitu kapasitas waktu yang ditentukan pihak instagram. Jadi kita bener-bener harus berpacu dengan waktu nihh :v Video gue di Instagram pun bervariasi ada video stop motion, Timelapse, dan video buat lucu-lucuan juga ada. Karena kesukaan gue buat video, gue join komunitas Indovidgram yaitu komunitas "Indonesia Video Instagram". Sebenernya gue tau Indovidgram itu udah lama banget, tapi baru kefikiran untuk ikutan buat video juga di bulan februari 2014, dan absurdnya video dengan hashtag Indovidgram gue yang pertama itu judulnya "Pantat VS Temen".  Video pertama gue ini mendapatkan komentar - komentar...

Cerita buka puasa diem-diem terabsurd

Di bulan puasa gini, rasanya gak afdol kalo gak ngebahas tentang BuDi alias buka diem-diem. Kalo di Medan sih biasanya kita nyebutnya "tempus" singkatan dari tembak puasa wkwkwk. Ngaku aja deh, pasti pada pernah ngerasain yang namanya tempus kan?hayoo ngaku loo pernah kan? pernah dong, masa gapernah? monoton amat hidup nya wkwkwk :v Tempus ini lebih sering dilakukan oleh anak - anak bocah ataupun remaja kurang alim walau sekolah madrasah 9 tahun sejenis saya ini. Mengenai pengalaman tempus ini, jujur aja saya juga pernah malahan gak cuma sekali wkwkw tapi untuk sekarang gapernah lagi yaa (kayanya). Dan hari ini bakalan saya paparin semua dosa dosa tempus yang paling absurd yang pernah saya lakuin. Pertama , Seingat saya ini adalah pengalaman tempus pertama, kalo gasalah ini pas waktu kelas 3 SD. Tempus ini terjadi masih pagi - pagi gitu sekitar jam sepuluhan lah, jadi waktu itu diantara temen - temen cuma saya doang yang puasa. Bayangkan! jadi bener-bener udah gataha...